🛑 SLR PERKUAT KEPATUHAN K3: RATUSAN DRIVER TRUK HAULING JALANI RANDOM FATIGUE TEST
Muara Enim, 29 Oktober 2025 – PT Servo Lintas Raya (SLR), penyedia jasa logistik batubara terkemuka di Sumatera Selatan, kembali menunjukkan komitmen seriusnya terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan melaksanakan Random Fatigue Test berskala besar bagi ratusan driver truk hauling yang bertugas di jalur operasional. Pelaksanaan tes kelelahan mendadak ini dipusatkan di beberapa titik Check Point utama di sepanjang jalur angkutan.
Kegiatan yang dilakukan oleh tim Safety, Health, and Environment (SHE) berkolaborasi dengan tim medis ini bertujuan untuk memastikan setiap operator yang akan memulai atau sedang dalam perjalanan berada dalam kondisi Fit-to-Work (Bugar untuk Bekerja).
🧩 Prosedur Tiga Langkah Menentukan Kelayakan
- Verifikasi Data Primer (Jam Tidur): Pengawas di lapangan melakukan wawancara singkat, menanyakan secara langsung dan jujur mengenai kuantitas dan kualitas tidur operator dalam 24 jam terakhir. Operator yang melaporkan tidur kurang dari standar minimum (misalnya 6 jam) langsung masuk dalam kategori “Waspada.”
- Pemeriksaan Kesehatan Fisik Dasar: Tim paramedis melakukan pemeriksaan sederhana yang dapat mengindikasikan tingkat kelelahan fisiologis, mencakup:
- Pengukuran tekanan darah dan denyut nadi — hasil di luar rentang normal (< 60 atau > 100 denyut/menit, atau tensi terlalu tinggi/rendah) dapat menyebabkan operator dinyatakan UNFIT.
- Inspeksi visual — pemeriksaan mata (reaksi pupil) dan observasi gejala fisik seperti mata merah, berat, atau kurang responsif.
- Sobriety Test Sederhana (Keseimbangan dan Reaksi): Untuk menguji fokus dan koordinasi motorik, beberapa operator secara acak diminta melakukan tes sederhana, seperti:
- Tes keseimbangan: berjalan lurus di garis atau berdiri dengan satu kaki selama periode tertentu.
- Tes reaksi: respon terhadap instruksi verbal sederhana atau sinyal mendadak.
🚨 Tindak Lanjut Tegas Bagi yang Dinyatakan UNFIT
Beberapa driver ditemukan memiliki gejala kelelahan tingkat menengah hingga tinggi dan langsung dinyatakan UNFIT untuk melanjutkan tugas.
“Prinsip kami jelas: Keselamatan di atas Target Produksi. Seorang driver yang terdeteksi kelelahan berpotensi menjadi penyebab kecelakaan fatal. Jika hasil tes menunjukkan unfit, kami segera menarik driver tersebut dari unit dan memberlakukan Fatigue Break terstruktur,” ujar Dept Head SHE SLR dalam keterangan persnya.
Tindakan yang diambil terhadap driver yang unfit meliputi:
- Pengalihan Tugas: Operator dilarang mengemudi dan segera digantikan oleh operator cadangan yang bugar.
- Istirahat Terstruktur: Operator wajib melakukan Rest Break / Napping (tidur singkat 15–30 menit) di area aman, disertai konsumsi air putih/kafein dan peregangan.
- Verifikasi Ulang: Operator hanya diizinkan kembali bekerja setelah menjalani tes ulang dan dinyatakan benar-benar bugar oleh tim medis.
Kegiatan Random Fatigue Test ini merupakan bagian integral dari Program Fatigue Management System SLR yang dikombinasikan dengan teknologi Driver Monitoring System (DMS) di kabin, memastikan keselamatan pengemudi dan pengguna jalan di jalur hauling tetap menjadi prioritas utama.